About Me

Tampilkan postingan dengan label Kanker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kanker. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Januari 2012

kopi dapat turunkan resiko kanker rahim

Kini, semakin banyak alasan positif untuk mengkonsumsi minuman warna hitam ini. Empat cangkir kopi sehari bisa membantu menjaga kanker bertumbuh di rahim. Penelitian telah bisa menghubungkan konsumsi kopi secara teratur dengan kemungkinan lebih rendah dari kanker endometrium. 


Wanita yang minum empat atau lebih cangkir sehari selama bertahun-tahun memiliki resiko 25 persen lebih rendah untuk terserang penyakit ini dibandingkan mereka yang minum kurang dari satu cangkir setiap hari. *langsung minum kopi* :D


Laporan dari jurnal kanker dan pencegahannya mengatakan minum kopi secara teratur dapat membantu menurunkan kadar hormon yang diyakini sebagai pemicu tumbuhnya kanker karena kopi mengandung lebih banyak zat antiokasidan dibandingkan sayur dan buah.

Brokoli efektif untuk kanker


Brokoli telah lama diketahui sebagai salah satu sayuran yang menyehatkan karena kandungan gizi di dalamnya. Sayuran berwarna hijau juga berpotensi dan melindungi untuk melawan perkembangan penyakit kanker.
Sayuran itu tak hanya mengandung antioksidan termasuk vitamin C, brokoli juga merupakan sumber alami asam folat. Asupan asam folat membantu mencegah penyakit hati.
Kandungan dalam brokoli mampu mencegah perkembangan tumor hingga 60 persen. Brokoli juga menunjukan pengurangan ukuran tumor yang tidak berkembang hingga 75 persen.
Manfaat lain dari brokoli adalah bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menurunkan resiko katarak, memperbaiki kesehatan jantung, memelihara kepadatan tulang dan mencegah lahir cacat pada bayi.
Brokoli merupakan salah satu makanan yang sarat gizi, tetapi memiliki kalori yang rendah, selain itu, sayuran ini juga sering menjadi plihan yang sehat bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan.

Roti tawar dapat tingkatkan resiko kanker payudara?


Makan roti tawar dan kentang dapat meningkatkan risiko tumbuhnya kanker payudara.
Sebuah studi menemukan bahwa orang yang mengikuti diet kaya pati (amilum) lebih beresiko terkena tumor dibandingkan mereka yang jarang mengkonsumsi pati. Para peneliti belum dapat menjelaskan kecenderungan ini. Namun, mereka berasumsi bahwa peningkatan tingkat insulin yang dipicu ‘karbohidrat olahan’seperti pati itu bisa merangsang pertumbuhan sel kanker.
Peneliti mempelajari pola makan dari 2.651 penderita kanker payudara selama 12 bulan. Mereka menemukan bahwa orang yang sering makan pati memiliki 14,2 persen resiko kanker payudara. Tingkat resiko ini lebih tinggi dibandingkan yang jarang mengkonsumsi pati, yaitu sekitar 9,7 persen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bukan hanya karbohidrat secara keseluruhan (yang berpotensi tingkatkan resiko kanker), tetapi terutama pati. Penelitian belum dapat memberikan rekomendasi untuk pola makan yang baik guna mencegah kanker ini.
Pada awalnya, asupan karbohidrat perempuan adalah 233 gram per hari. Peneliti mengamati pola makan wanita yang di tahun berikutnya mengalami kambuh penyakit. Perempuan yang penyakitnya kambuh itu umumnya menambah asupan pati sebanyak 2.3 gram per hari pada tahun pertama. Sementara itu, penderita yang tidak mengalami kambuh umumnya mengurangi asupan pati 2,7 gram setiap harinya.
Kanker payudara adalah kanker paling umum di Inggris. Penyakit ini diderita sekitar 46.000 wanita setiap tahun. Karbohidrat adalah bahan bakar yang paling penting untuk otot dan sumber energi penting untuk otak dan sistem saraf pusat. Karbohidrat olahan seperti roti mengandung pati lebih banyak dibandingkan dari biji-bijian (seperti beras).

sosis bisa sebabkan kanker pankreas

Para ilmuwan dari Swedia, menemukan bahwa makan daging olahan sebanyak 50 gram dalam sehari, bisa meningkatkan risiko kanker sebesar 19 persen. Daging olahan sebanyak itu, setara dalam satu buah sosis, hot dog, atau separuh burger. Kanker sendiri, sering disebut dengan istilah ‘silent killer’, karena tak ada gejala yang nampak pada awalnya.
Menurut Profesor Susanna Larsson, dari Karolinska Institutet di Stockholm, Kanker pankreas memiliki tingkat kelangsungan hidup yang rendah.  Salah satunya adalah rokok dan daging olahan.
Selain meningkatkan resiko kanker pankreas, daging olahan seperti sosis juga bisa meningkatkan resiko kanker usus. Namun risiko yang ditimbulkan oleh makan daging secara substansial lebih rendah daripada merokok, yang ditemukan untuk meningkatkan kemungkinan kanker pankreas sebanyak 74 persen.

*iihh sereem .. padahal aq suka banget ma sosis .. :(